RENUNGAN MENJELANG BERBUKA PUASA
Assalaamu'alaikum Warohmatullaahi Wabarokaatuh....
Sahabat yang Insya Awloh Di Berkahi Karna-Nya....
Ramadhan mendatangiku seperti seseorang yang muncul dari masa kecil.Membawa cerita tentang petasan dan meriam bumbung. Juga sepotong kisah ketika malam-malam serombongan kanak berkeliling kampung, memukuli bambu, membanguni petani yang lelap dalam mimpi tentang panen semu dan musim yang melambai pergi.
Ramadhan mengunjungiku. Ia datang, seperti seorang utusan dari negeri kubur.Berkisah tentang jiwa-jiwa yang meluruh, menggumuli malam dengan zikir-zikir panjang, dengan tasbih yang tiap butirnya adalah air mata yang membatu.Membawakanku cermin, yang padanya tergambar segala coreng legam jejak langkahku.
Ramadhan menyapaku, memegang pundakku. Ia sungguh membuat tersipu saat berkata bahwa menahan lapar adalah hal paling ringan dari seribu ujian yang seharusnya di tanggung. Sudahkah dapat di tahan mata yang mengerjap ketika sesosok tubuh sedang menghidangkan hasrat purbawi?
Sudahkah lidah di tahan untuk tak mengumpat barang sehari? Sudahkan telinga dapat di kekang untuk tak larut dalam gunjingan tanpa arti?
Ramadhan adalah sahabat siang, adalah sahabat malam. Ia mentertawakanku yang menyambut azan magrib dengan kegairahan orang kelaparan. Kepadaku ia nyanyikan kidung tentang rintihan orang-orang yang seluruh isi hidupnya adalah lapar. Ramadhan mentertawakanku yang bersantap sahur seperti reptil yang akan seminggu tak makan. Bahwa masihkah bernama ujian ketika tak berusaha menjalani dengan apa adanya?
Salam Ramadhan....

