Makna Dalam Berwudhu
Sebenarnya, kata kunci untuk mensinkronkan wudhu lahir dan wudhu batin adalah kesadaran atau niat yang tulus. Kita sadar apa yang sedang kita lakukan.
- Sadar bahwa wudhu adalah prosesi pembersihan diri.
- Sadar bahwa wudhu adalah sarana untuk taqarruban ilawlloh.
- Sadar bahwa setiap basuhan air wudhu akan menggugurkan dosa-dosa.
Intinya kita sadar akan hakikat dan keutamaan wudhu serta memahami tata caranya seperti yang dicontohkan Rasulullah SAW. Adanya kesadaran akan melahirkan ketersambungan hati dengan Awlloh SWT. Saat berkumur-kumur misalnya, sadari dan niatkan bahwa air yang masuk ke mulut bukan sekadar membersihkan kotoran lahir, tapi juga dosa-dosa yang pernah terucap lewat lisan.
Demikian pula saat mencuci telapak tangan, membersihkan lubang hidung, membasuh muka, membasuh tangan sampai siku, dsb. Niatkan sebagai sarana pembersihan dosa yang ada pada bagian-bagian tubuh tersebut.
Wudhu sebelum tidur, sebetulnya tidak terbatas hanya ketika akan shalat. Setiap saat memiliki wudhu adalah sebuah keutamaan. Sebab dengan selalu menjaga wudhu, seseorang akan lebih terjaga perilaku serta kesehatan fisik dan jiwanya. Salah satunya menjelang tidur. Dari Al Bara’ bin ‘Azid, Rasulullah SAW bersabda, Kapan pun engkau hendak tidur berwudhulah terlebih dahulu sebagaimana engkau hendak mengerjakan shalat, berbaringlah dengan menghadap ke arah kanan dan berdoalah (HR Bukhari).
Demikian kultum Ramadhan bertema Makna Dalam Berwudhu ,semoga Ada manfa'at bagi kita dan pembaca blogger Imand's byrob.


