Tunjukilah Kami Jalan Yang Lurus
![]() |
Tunjukilah Kami Jalan Yang Lurus
|
Karena mengenal Awloh, dan berada di jalan yang benar itu
tidak mudah...
maka sepatutnyalah setiap orang berendah hati, tidak
merasa dirinya paling benar , sembari terus menerus memohon kepada-Nya. Karena seperti yang pernah
kita bahas. Dia Yang Maha Ghaib, hanya bisa ditemui oleh mereka yang Dia Kehendaki.
Dia yang Maha Misteri..
hanya bisa dikenali oleh yang Dia Kasihi.
Nah..kita sebagai seorang hamba hanya bisa menggapai-gapaikan tangan
kita untuk mendapatkan Kasih Sayang dan Petunjuk-Nya.
Kita berada dalam kegelapan pada awalnya...
Dialah yang memiliki Cahaya untuk menerangi jalan hidup kita.
Nah..bagaimana caranya agar Cahaya itu hadir ke dalam hati kita? Di sinilah
letak perjuangan sejati yang dalam sebuah hadits nabi disebut Jihadul Akbar..
perjuangan yang lebih besar ketimbang peperangan melawan musuh
berpedang...
Jihad itu adalah Jihadun Nafs..
perjuangan menaklukkan Ego, perjuangan mensucikan diri sehingga hati ini menjadi kosong dan bisa
menjadi tempat bersemayamnya Dia yang Maha Agung.
Memohon petunjuk kepada-Nya..
bukan semata-mata melafalkan permintaan..
tapi juga bekerja keras menapaki jalan-jalan ruhani: Taubat, Istighfar,Sholawat,Zikir ,Sabar, Syukur, dan Tawakal Karna-Nya ,hingga kita bisa Taslim dan Fana. Setelah melewati jalan-jalan ruhani inilah..kita bisa berharap
Cahaya-Nya menerangi hati kita.
Semata-mata berbekal akal pikiran dan ketaatan pada ajaran lahiriah
agama..Sungguh tak cukup untuk bisa bertemu dengan-Nya dan meraih
kebahagiaan sejati.
Untuk bisa meraih tujuan utama hidup itu..yang harus kita lakukan adalah terus menerus melakukan ikhtiar Tazkiyatun Nafs dan Takhaluk bi Akhlaqillah.....
hingga kita bertemu dengan apa yang Dia janjikan,
Shirotolladzina an'amta alayhim ghoyril maghdubi alayhim
waladdholliin...
Jangan pernah bayangkan,hanya karena kita beragama Islam, lantas kita pasti mendapatkan jalan
penuh kenikmatan,Belum....
untuk mendapatkan jalan itu..kita harus benar-benar Taslim..
berserah diri, yang kemudian bersambung pada Fana,
Kata Rosul Hai Ali Fana, Fana Ul FanaSampai pada Baqobillah.
صــدق اللــه العــظيم
Salam Ramadhan Penuh Berkah,
Imand Byroob


