Syair Jiwa yang Merendah Di Hadapan Nya
![]() |
| Syair Jiwa yang Merendah Di Hadapan Nya |
بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
Keindahan dan Keagungan hanyalah milik yang Maha Sempurna
Kelembutan dan Kemuliaan hanyalah Milik yang Maha Adil lagi Bijaksana
Kelembutan dan Kemuliaan hanyalah Milik yang Maha Adil lagi Bijaksana
Ketika kita merasa diri paling bijak, maka bisikkanlah pada
hati bahwa sesungguhnya tak pantas bagi diri berlaku sombong terhadap
siapapun jua, bahkan terhadap diri sendiri. Karena tubuhmu akan terkubur
pada tanah yang sering engkau injak-injak.
Ketika kita merasa diri paling baik, segeralah ajak hatimu
berpaling pada yang baik-baik saja.
Merasa paling baik tentu bukanlah
ciri dari seorang muslim sejati, karena itu merupakan bagian dari
orang-orang yang berpaling terbalik.
Ketika kita merasa pintar, maka ingatkanlah pada hati bahwa
sesungguhnya jadilah orang paling pintar merasakan hati dan perasaan
orang lain, pintar merasakan bahwa kita harus selalu belajar dan belajar
mentaati perintah-Nya.
Dan jadilah orang yang merasa sebagai penghantar
dan jembatan kebaikan dan kemuliaan, bukan menjadi halilintar penghisab
dosa dan kesalahan saudaramu.
Ketika kita pandai menasehati, maka sentuhlah hati agar ia
menjadi hati yang senang di ingatkan dan di nasehati pula. Agar langkah
dan ucapan senantiasa merujuk pada kekasih hati (Rasulullah Shallallahu
'Alaihi wasallam).
Dan ketika kita merasa ummat Rasulullah, janganlah marah
dan emosi ketika saudaramu menasehati. Bila engkau marah ketika
dinasehati, seakan hatimu lah yang perlu di rawat inap. Dan ketika kita
diberikan amanat lalu kita berkhianat, kemudian kembali engkau di
nasehati, dan janganlah pula engkau berkata (“Saya bukanlah
Rasulullah.”)... Na'udzubillahi mindzalik.
Semoga kita semua diberikan taufiq dan hidayah-Nya, dan
senantiasa diberikan kelembutan hati dan kasih sayang terhadap siapapun
jua.
BerPrasangka baiklah pada sesama-Mu...agar slalu terjalin Cinta Kasih nan Abadi (Bahagia Hakiki).


