Berita ISIS di Indonesia terbaru 2015 dan Dampak bagi Negara Internasional
Bapak Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan : Umat Islam sangat menolak ideologi dan tindakan yang dibawa oleh kelompok ISIS yang "ingin membentuk kekhalifahan Islam" dan tindakannya yang "sangat
Bapak Wakil Presiden Jusuf Kalla mengutarakan hal itu dalam pidato Nya di Acara pembukaan seminar tentang Perkembangan ISIS di Indonesia dan penanggulangannya, Senin (23/03) di Jakarta, atau sehari setelah lima orang yang diduga memfasilitasi dan mendanai sejumlah warga Indonesia untuk bergabung dengan ISIS di Suriah telah ditangkap.
Menurutnya, gerakan kelompok militan Negara Islam atau disebut ISIS bertujuan mendirikan sistem pemerintahan ala Ke-Khalifahan Islam yang disebutnya sebagai "keinginan untuk kembali ke masa lalu" Di hadapan peserta seminar, Bapa Wakil Presiden Jusuf Kalla juga menyebut gerakan ISIS "tidak mengenal suatu kompromi"
"Padahal Islam mengejar suatu kemajuan, harus menyesuaikan dengan zamannya," katanya.Sehingga, menurut Bapak Wakil Presiden Jusuf Kalla, umat Islam di dunia menolak ideologi dan tindakan kelompok milisi ISIS ini.
Berita ISIS di Indonesia terbaru 2015 dan Dampak bagi Negara Internasional
"Di Sebagian Negara Di Dunia ,sebagai umat Islam banyak yang menolak dengan ada nya Gerakan ISIS , karena tentu tidak sepaham dengan ajaran yang dibawah oleh "AL-ULAMA Warosatul Ambiya". Tidak sepaham dengan ideologi tersebut. Apalagi tindakannya (ISIS) sangat brutal dan menganggu bangsa lain," tandas Bapak Wakil Presiden Jusuf Kalla.
Lebih lanjut, Bapak Wapres mengatakan, ISIS selama ini mengincar negara-negara lemah, baik secara ideologi, keamanan, politik, dan ekonomi.Karena itu dia mengingatkan, Indonesia harus menjadi negara kuat agar pengaruh ISIS tidak menyebar."Penanaman ideologi sama dengan virus. Kalau lemah, virus masuk dengan gampang," katanya.
Pertengahan 2014 lalu, Pemerintah Indonesia telah melarang ideologi dan penyebaran ISIS di Indonesia, namun demikian dukungan secara tertutup tetap dilakukan oleh pendukungnya di Indonesia. Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebutkan ada sekitar 500 orang WNI yang telah bergabung kelompok militan ISIS di Suriah.
Beberapa pejabat keamanan Indonesia mengkhawatirkan dukungan ini akan terus berlanjut, menyusul terungkapnya penangkapan 16 orang WNI oleh otoritas Turki karena diduga hendak menyeberangi perbatasan Suriah.
Demikian Berita ISIS di Indonesia terbaru 2015 dan Dampak bagi Negara Internasional.
semoga kita selalu terjaga dan waspada terhadap ajaran yang bertentangan dengan syariat Islam .


